
Dikalangan di kanuragan atau beladiri orang memang dituntut untuk selalu bersahabat dengan lingkungan, dan dengan sesuatu yang diyakini mampu menumbuhkan daya linuwihnya, ambil contoh : seseorang yang menggali suatu ilmu dari jalur religius seperti bersandar pada kekuatan doa, wirid, dzikir dan sebagainya, juga berpantang melakukan Ma-Lima (main, maling, minum, madat dan madon) maka sekiranya ia sudah tidak mampu menjaga sikap familiarnya terhadap amalan rohaninya, berarti menyusutlah kemampuan supranaturalnya. Dengan kata lain menjadi tolok ukur kemampuan daya linuwihnya, sikap bersahabat dengan sumber keyakinan memang merupakan sumber kekuatan (seperti yang penulis bahas materi yang telah disampaikan depan) dari manusia, maka umpamanya manusia yang sudah membiasakan diri bersahabat dengan jimat dan pusaka, maka ia akan menjadi lemah terhadap jimat atau pasaka yang tidak menempel pada tubuhnya, begitu juga halnya dengan manusia yang sudah membiasakan hidup mengikuti aturan-aturan astrologi, ia juga akan merasakan kehilangan hidup, bahkan percaya dirinya manakala astrologi sedang menunjukkan sesuatu yang suram,
Jadi penjabarannya, boleh jadi bahwa suatu ilmu akan menjadi ampuh jika diawali dengan lelaku batin, kemudian diteruskan dengan kerutinan dalam mengamalkannya, maka dalam hal ini penulis menujukkan bahwa ilmu wirid yang diamalkan secara kontinu lebih memiliki nilai lebih dibandingkan jenis amalan ilmu lain yang diperoleh secara selintas. wirid memiliki kandungan beberapa makna. Selain sebagai sarana untuk menghimpun energi supranatural, juga memiliki makna bagi sebagai pengamalannya sebagai sarana untuk melanggengkan sikap fimiliarnya dengan sumber keyakinannya. Maka pengertian wirid menurut kaidah penulis adalah bukan hanya suatu amalan-amalan batin seperti doa, mantra, yang dibaca secara rutin tapi kerutinan untuk mempertahankan suatu keyakinan juga bisa bermakna wirid.
Maka, seseorang praktisi yang terus menggali tenaga dalamnya melalui pengolahan nafasnya, juga memiliki tugas rutin untuk melatih fisiknya dan nafasnya, dan mereka yang menggali tenaga dalam lewat jalur batin juga berkewajiban merutinkan amalan-amalan batin sesuai dengan disiplin alirannya, Dan seseorang yang telah menjaga jaraknya, apalagi meninggalkannya wiridnya berarti ia telah berjarak dengan keyakinannya. Jadi teruslah dijalani secara teratur baik yang melalui jalur wiridan maupun jalur oleh fisiknya secara teratur dan kontinu, sehingga para praktisi bisa mengambil manfaatnya dari latihan - latihan ini.
Maka, seseorang praktisi yang terus menggali tenaga dalamnya melalui pengolahan nafasnya, juga memiliki tugas rutin untuk melatih fisiknya dan nafasnya, dan mereka yang menggali tenaga dalam lewat jalur batin juga berkewajiban merutinkan amalan-amalan batin sesuai dengan disiplin alirannya, Dan seseorang yang telah menjaga jaraknya, apalagi meninggalkannya wiridnya berarti ia telah berjarak dengan keyakinannya. Jadi teruslah dijalani secara teratur baik yang melalui jalur wiridan maupun jalur oleh fisiknya secara teratur dan kontinu, sehingga para praktisi bisa mengambil manfaatnya dari latihan - latihan ini.
Salam Persaudaraan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar